Berita Nasional

Yusril Ihza Mahendra untuk Rizal Ramli: Jejak Seorang Aktivis dan Menteri

Mengenang Persahabatan Aktivis Mahasiswa hingga Rekan Menteri

Jakarta, 3 Januari 2023 – Ketua Umum Partai Bulan Bintang, Yusril Ihza Mahendra, dengan tulus mengucapkan belasungkawa atas berpulangnya Eks Menko Maritim, Rizal Ramli. Dalam keterangan resminya, Yusril membagikan kenangan pribadi dan perjalanan panjang mereka dari masa-masa sebagai aktivis mahasiswa hingga menjadi rekan sejawat di Kabinet era reformasi.

Awal Pertemuan Yusril dan Rizal Ramli

Yusril mengawali kenangannya dengan merinci awal pertemuan mereka pada tahun 1978, ketika keduanya aktif sebagai mahasiswa. “Saya mengenal Rizal Ramli sejak menjadi aktivis UI tahun 1978. Almarhum lebih senior dan menjadi aktivis di ITB,” kata Yusril.

Peran Bersama Yusri dan Rizal ramli

Perjalanan persahabatan mereka semakin erat menjelang akhir pemerintahan Orde Baru. Keduanya hadir dalam berbagai seminar dan diskusi, lalu melanjutkan sebagai rekan sejawat di Kabinet awal era reformasi.

Kritik Sosialis dan Kedalaman Pemikiran

Yusril ihza Mahendra menyoroti sisi kritis Rizal Ramli dan menegaskan bahwa setiap pandangannya didukung oleh latar belakang akademik yang kuat. Meskipun sering dianggap sebagai sosialis, Yusril mengungkapkan sisi religius Rizal Ramli.

Momen Kebersamaan Pribadi

Tidak hanya sebatas rekam jejak politik, Yusril juga berbagi momen kebersamaan pribadi. “Sebagai sahabat, beberapa kali Rizal datang ke rumah saya. Saya pun beberapa kali pula bertandang ke rumahnya. Ngobrol banyak tentang perkembangan politik, hukum, dan ekonomi. Tidak selalu pikiran kami sama, tetapi kami berangkat dari keprihatinan yang sama,” tambahnya.

Warisan Berharga Bagi Bangsa

Yusril menekankan bahwa Rizal Ramli meninggalkan warisan berharga bagi bangsa. “Kini sahabat saya Rizal Ramli telah pergi buat selamanya. Hidup ini singkat. Dia telah berbuat sesuatu untuk memikirkan dan mencari jalan keluar dari masalah mendasar yang dihadapi bangsa ini,” ujarnya.

Panggilan kepada Generasi Selanjutnya

Artikel ini diakhiri dengan panggilan Yusril kepada generasi selanjutnya untuk meneruskan perjuangan. “Tantangan lama belum rampung, tantangan baru telah muncul di depan mata. Tugas generasi baru pula untuk meneruskannya,” pungkas Yusril.

Berita terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button