Berita Nasional

Sebut Istri Teman Sebagai ‘Mantan Pacar’ Pria Di Pagar Alam Tewas

Pagar Alam – Kejadian tragis mengguncang Pagar Alam, Sumsel (Sumatera Selatan), setelah Perzen Saputra (23) tewas dalam duel dengan Doni Hermansyah (23). Duel tersebut dipicu oleh candaan yang menyentuh tentang mantan pacar, membuat situasi semakin memanas.

Sebelum insiden tragis itu, Perzen dan Doni terlibat dalam cekcok mulut yang intens. Duel maut terjadi di Lapangan Merdeka, Pagar Alam, pada Kamis (14/12/2023) sekitar pukul 20.00 WIB.

Kapolsek Pagar Alam Utara, Iptu Ramsi, menjelaskan bahwa konflik dimulai ketika Doni, yang sedang bersama istrinya, bertemu dengan Perzen. Candaan ringan dari Perzen tentang mantan pacar Doni memicu cekcok.

“Korban menepuk pundak pelaku sambil berkata, ‘istrimu itu mantan aku’. Pelaku yang geram mendengar hal tersebut sempat ribut mulut dengan korban. Lalu pelaku mengantar istrinya pulang dan mengambil senjata tajam,” kata Iptu Ramsi.

Doni, diduga geram, kembali mencari Perzen bersama kakaknya, Meji. Mereka bertemu kembali di Lapangan Merdeka sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu, situasi semakin memanas, dan Doni menusuk Perzen dua kali di bagian ulu hati dan rusuk sebelah kiri.

Setelah melakukan aksinya, Doni melarikan diri, tetapi berhasil ditangkap di rumah kerabatnya pada Jumat (15/12/2023) sekitar pukul 02.00 WIB. Doni kini dihadapkan pada ancaman hukuman 20 tahun penjara atau seumur hidup berdasarkan pasal 338 subsider 340 tentang pembunuhan berencana.

Insiden ini menciptakan suasana tegang di Pagar Alam, memunculkan pertanyaan mengenai peran candaan yang seharusnya bersifat ringan, namun berujung pada tragedi memilukan.

 

Kesimpulan:

Kejadian tragis di Pagar Alam, Sumatera Selatan, yang mengakibatkan kematian Perzen Saputra dalam sebuah duel dengan Doni Hermansyah, menyoroti dampak serius dari konflik yang dipicu oleh masa lalu, drama cinta, dan candaan tentang mantan pacar. Perdebatan mulut yang intens antara kedua pihak berujung pada aksi kekerasan yang menyedihkan.

Saran bagi mantan pacar istri:

  1. Pentingnya Mengendalikan Emosi: Konflik yang dimulai dari candaan seharusnya dapat diatasi dengan pengendalian emosi. Kedua belah pihak seharusnya mampu menahan diri untuk menghindari eskalasi kekerasan.
  2. Solusi Damai: Sebaiknya mencari solusi damai dalam menanggapi candaan atau perasaan yang terluka. Mengkomunikasikan perasaan secara dewasa dan mencari penyelesaian tanpa kekerasan adalah langkah yang lebih bijak.
  3. Pentingnya Menilai Dampak Tindakan: Sebelum mengambil tindakan ekstrem, penting untuk mempertimbangkan dampaknya. Insiden seperti duel maut memiliki konsekuensi serius, termasuk kehilangan nyawa.
  4. Kesadaran Hukum: Menyadari konsekuensi hukum dari tindakan kekerasan. Doni kini dihadapkan pada ancaman hukuman berat, yang dapat dihindari dengan penanganan konflik secara lebih bijak.
  5. Masyarakat dan Lingkungan Pendukung: Masyarakat seharusnya memberikan dukungan dan fasilitas bagi individu untuk menyelesaikan konflik mereka dengan cara yang lebih damai. Lingkungan yang mendukung pertumbuhan emosional dan komunikasi yang sehat dapat menghindarkan tragedi semacam ini.

Insiden ini menunjukkan pentingnya kesadaran akan potensi bahaya yang dapat timbul dari konflik verbal, dan perlunya pendekatan yang lebih bijak dalam menanggapi situasi konflik pribadi.

Berita terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button