Berita internasionalTeknologi

Roscosmos dan Nasa Sepakat Lanjutkan Proyek Stasiun Luar Angkasa hingga 2025

Moskow – Badan antariksa Rusia, Roscosmos, dan Badan Antariksa Amerika Serikat (AS) NASA telah sepakat untuk tetap melanjutkan proyek kerja sama dalam pengiriman awak luar angkasa ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) setidaknya hingga tahun 2025. Pernyataan ini disampaikan oleh Roscosmos sebagai langkah untuk menjaga keandalan misi ISS.

Untuk diketahui:

Roscosmos adalah badan antariksa nasional Rusia yang bertanggung jawab atas program antariksa dan kegiatan luar angkasa negara tersebut. Didirikanpada tahun 1992, Roscosmos mewarisi sebagian besar program antariksa Uni Soviet setelah pembubaran Uni Soviet. Roscosmos biasa 

Roscosmos adalah singkatan dari “Rossiyskoe kosmicheskoe agentstvo” (bahasa Rusia: Российское космическое агентство), yang dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai “Russian Space Agency” atau “Federal Space Agency of the Russian Federation.” Dalam konteks Bahasa Inggris, istilah “Roscosmos” sering digunakan untuk merujuk pada badan antariksa nasional Rusia.

Roscosmos dan Nasa Badan Antariksa Rusia dan Amerika
Ilustrasi: Astronout Yang bertugas Diluar Angkasa

Lanjut, Penerbangan silang (cross flight) yang melibatkan seorang astronaut AS sebagai bagian dari awak pesawat Rusia dan satu kosmonaut Rusia sebagai bagian dari awak Amerika diperpanjang “untuk dapat menjaga keandalan misi ISS,” demikian pernyataan dari Roscosmos.

Kerja sama ini menjadi langka mengingat ketegangan antara Rusia dan AS pasca-serangan Rusia ke Ukraina pada Februari 2022. Meskipun demikian, sektor luar angkasa tetap menjadi salah satu dari sedikit kerja sama yang masih berlanjut antara Moskow dan Washington.

Dalam pernyataannya, Badan Antariksa Rusia juga menargetkan “untuk memastikan kehadiran setidaknya satu perwakilan Roscosmos dari segmen Rusia dan setidaknya satu perwakilan NASA dari pihak AS.”

Meskipun sejauh ini AS, Rusia, Eropa, Kanada, dan Jepang masih berkomitmen untuk mempertahankan laboratorium yang mengorbit hingga tahun 2024, pihak AS menyatakan niatnya untuk melanjutkan hingga 2030. Sebaliknya, Rusia sebelumnya menyatakan akan berhenti setelah tahun 2024, tetapi pada bulan April lalu mengumumkan keinginannya untuk tetap terlibat hingga 2028.

Stasiun ISS, yang dirancang untuk melakukan mikrogravitasi dan percobaan lingkungan di luar angkasa, mengorbit Bumi pada ketinggian rata-rata 400 kilometer. Benda antariksa ini hanya membutuhkan waktu sekitar 93 menit untuk mengelilingi Bumi dan menyelesaikan 15,5 kali orbit per hari.

Berita terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button