Morowali

Penjualan Ore Nikel PT. Raihan Catur Putra di Morowali Menyisakan Banyak Pertanyaan

Morowali, Lenteng timur.id – Penjualan ore nikel di wilayah Morowali, Sulawesi Tengah, kembali menjadi sorotan setelah tim investigasi Green Media Indonesia mengungkap serangkaian fakta yang menimbulkan banyak pertanyaan. Penjualan ore nikel yang dilakukan oleh PT. Raihan Catur Putra (RCP) di wilayah konsesi area spot land clearing perbatasan IUP Tambang milik PT. Indoberkah Jaya Mandiri telah menimbulkan kontroversi.

Berdasarkan investigasi yang dilakukan di lapangan, ditemukan bahwa ore nikel yang berhasil dipindahkan ke pelabuhan jetty milik IJM sebelumnya dimiliki oleh salah satu mantan manajer PT IJM. Selain itu, sebelum PT RCP memulai kegiatan di Desa Torete, ore nikel tersebut telah tersimpan di area milik PT IJM, yang merupakan area bukaan lahan di perbatasan kedua IUP tersebut.

Pihak desa juga mengungkapkan bahwa ore tersebut merupakan milik mantan manajer PT IJM dan merupakan bagian dari lahan di perbatasan IUP. Namun, perlu dicatat bahwa area bukaan ini masih belum memiliki pal batas IUP, sehingga menimbulkan keraguan terhadap kepemilikan dan pemanfaatan lahan.

Selain itu, status PT RCP yang masih sebagai IUP Eksplorasi hingga tahun 2018, sementara telah melaksanakan penjualan ore nikel tanpa memiliki RKAB yang jelas, menimbulkan pertanyaan serius terkait kepatuhan perusahaan terhadap regulasi yang berlaku. Perubahan kepemilikan saham dan direksi PT RCP yang kini menjadi Perusahaan Asing PMA juga menambah kompleksitas dalam situasi ini.

Investigasi lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengungkap semua aspek terkait penjualan ore nikel di Morowali dan memastikan kepatuhan semua pihak terhadap regulasi yang berlaku.

Tetap pantau lentengtimur.id untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan investigasi ini.

Berita terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button