Berita DaerahMorowali

Dugaan Pelanggaran SOP  PT ITSS Pasca Tragedi Ledakan Tungku Smelter

Morowali, 1 Januari 2024 – Dugaan Pelanggaran SOP menyeruak pasca Kejadian tragis meledaknya tungku smelter 41 milik PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) pada 24 Desember 2023, hal ini menimbulkan kekhawatiran mendalam di kalangan Serikat Pekerja sektor pertambangan di Morowali. Dalam peristiwa tersebut, Dilaporkan sebanyak 19 pekerja kehilangan nyawa, terdiri dari 11 Tenaga Kerja Lokal (TKI) dan 8 Tenaga Kerja Asing (TKA) yang tengah melakukan pemasangan plat di bagian tungku.

Kronologi Peristiwa meledaknya Tungku Smelter 41

PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), sebagai pemilik lahan industri, menyampaikan penyebab sementara kebakaran, yakni adanya cairan pemicu ledakan di bagian bawah tungku. Namun, kebingungan muncul ketika TribunPalu.com pada konferensi pers di RSUD Morowali (27/12/2023) bertanya mengapa pekerja diminta untuk melakukan perbaikan pada plat baja sementara cairan pemicu ledakan masih ada di bawah tungku.

Dugaan Pelanggaran SOP Oleh PT. ITSS

Hasri, Ketua DPC Federasi Pertambangan dan Energi (FPE) di bawah naungan Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), menjelaskan bahwa prosedur seharusnya menghindari kemungkinan adanya cairan pemicu ledakan jika operasional tungku dihentikan selama 3 hari sebelum perbaikan. Dugaan ini semakin diperkuat oleh video yang menunjukkan semburan cairan berwarna orange menyala saat proses cutting tors, memberikan dasar kuat bagi dugaan bahwa operasional tungku tidak benar-benar dihentikan.

Baja cair seharusnya membeku dalam waktu 3 jam jika tungku benar-benar dimatikan. Dengan asumsi bahwa tungku sudah dimatikan selama beberapa jam, tidak seharusnya ada cairan pemicu ledakan di dalamnya. Serikat pekerja menuntut tanggung jawab dari PT ITSS, dan jika terbukti ada pelanggaran SOP, pihak perusahaan harus siap menghadapi konsekuensi hukum.

Tanggapan PT IMIP dan Harapan Masyarakat

Dedy Kurniawan, Kepala Divisi Media Relations PT IMIP, menyatakan bahwa mereka tidak ingin berspekulasi dan akan menunggu hasil investigasi resmi dari tim yang dipimpin oleh Polda Sulteng. Masyarakat dan pihak terkait masih menanti hasil investigasi untuk mengungkap kejelasan seputar dugaan pelanggaran SOP pasca-ledakan tungku smelter PT ITSS. Keadilan bagi keluarga korban dan pertanggungjawaban perusahaan menjadi harapan semua pihak dalam menanggapi tragedi ini.

Pengamat: Saran Dan Tindakan

Keterbukaan dan Transparansi:

Perusahaan, PT ITSS, sebaiknya lebih terbuka dalam menyediakan informasi terkini seputar insiden kepada publik. Transparansi ini penting untuk memastikan pemahaman yang jelas mengenai penyebab ledakan dan langkah-langkah yang diambil untuk mencegahnya.

Kolaborasi Aktif:

Serikat buruh, pihak perusahaan, dan otoritas terkait perlu bekerja sama aktif dalam proses investigasi. Kolaborasi ini menciptakan landasan yang kuat untuk peningkatan SOP dan pengelolaan keselamatan di tempat kerja.

Peningkatan SOP dan Pelatihan:

PT ITSS sebaiknya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap SOP yang ada, dengan mempertimbangkan saran dari serikat buruh. Peningkatan pelatihan kepada pekerja terkait keselamatan dan prosedur darurat juga harus diutamakan.

Pemberdayaan Pekerja:

Pihak perusahaan sebaiknya mendorong pemberdayaan pekerja untuk melaporkan kondisi berpotensi berbahaya dan berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan terkait keselamatan. Pekerja yang merasa didengar akan lebih proaktif dalam menjaga keamanan lingkungan kerja.

Komunikasi Krisis yang Efektif:

Pihak perusahaan perlu menyusun rencana komunikasi krisis yang efektif untuk merespon situasi darurat segera dan memberikan informasi kepada keluarga korban, pekerja, dan masyarakat secara jelas dan empatik.

Pengembangan Kebijakan Kesejahteraan Pekerja:

Pemerintah setempat dapat mengembangkan kebijakan yang mendorong perusahaan untuk fokus pada kesejahteraan pekerja, termasuk aspek keselamatan kerja dan jaminan sosial.

Melalui langkah-langkah ini, diharapkan insiden ini dapat menjadi momentum bagi perubahan positif dalam manajemen keselamatan dan kesejahteraan di sektor industri, sehingga kehidupan pekerja dan keamanan di tempat kerja dapat lebih diutamakan.

 

Berita terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button