Teknologi

LinkedIn Corporation Batal Migrasi ke Microsoft Azure

LinkedIn Corporation menghentikan proyek “Blueshift” yang sebelumnya ditujukan untuk memindahkan teknologi pusat datanya ke Microsoft Azure, menandai pembalikan besar-besaran dalam strategi teknologinya.

Strategi Pembalikan Rencana LinkedIn dan Dampaknya pada Microsoft

LinkedIn, yang awalnya berencana untuk beralih ke Azure pada tahun 2019, mengubah arahnya dan memilih untuk tetap menggunakan pusat data fisik. Keputusan ini bukan hanya menciptakan setback bagi LinkedIn tetapi juga berdampak pada upaya Microsoft mengejar pangsa pasar infrastruktur awan yang menguntungkan.

Penyataan Resmi dan Klarifikasi dari LinkedIn dan Microsoft

Wakil Presiden Teknik LinkedIn, Mohak Shroff, menjelaskan dalam sebuah pos blog pada tahun 2019 tentang manfaat beralih ke Azure. Namun, dalam memo terbaru kepada karyawan, CTO LinkedIn, Raghu Hiremagalur, mengumumkan penundaan migrasi dan fokus pada peningkatan infrastruktur on-prem.

Konfirmasi dan Klarifikasi dari LinkedIn Corporation

Jurubicara LinkedIn mengonfirmasi bahwa Blueshift mengalami perubahan arah, tetapi LinkedIn tetap menggunakan Azure untuk melengkapi kebutuhan infrastruktur. Penekanan pada investasi dalam pusat data fisik juga dijelaskan sebagai langkah untuk mengatasi masalah dengan migrasi yang direncanakan.

Alasan di Balik Keputusan dan Masalah Teknis

Salah satu sumber menyebutkan bahwa masalah muncul karena Media Sosial LinkedIn mencoba menggunakan alat perangkat lunak internal daripada yang tersedia di Azure. Proses pembangunan pusat data tambahan untuk mengatasi kebutuhan komputasi menjadi salah satu faktor penentu keputusan ini.

Peran Azure dalam Ekosistem Microsoft dan Pertumbuhan LinkedIn

Artikel menyoroti peran penting Azure dalam pertumbuhan Microsoft, termasuk investasi di OpenAI yang menggunakan infrastruktur Azure. Meskipun LinkedIn membatalkan migrasi, Azure tetap berkontribusi pada produktivitas dan kolaborasi di dalam perusahaan.

Update Kinerja Keuangan Terkini

Pendapatan kuartal ketiga Microsoft dari Azure dan layanan awan tumbuh 29%, sementara pendapatan LinkedIn naik 8%. Pencapaian ini menjadi sorotan di tengah perubahan strategi LinkedIn dan penekanan Microsoft pada ekosistem awannya.

Outlook Masa Depan LinkedIn dan Microsoft di Era Digital

Sebagai Microsoft terus fokus pada ekspansi Azure, keputusan LinkedIn untuk mempertahankan pusat data fisiknya menimbulkan pertanyaan tentang arah strategis dan kolaborasi kedua perusahaan di masa mendatang dalam era digital yang terus berkembang.

 

Berita terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button