Berita NasionalMorowali

Konflik Agraria Desa Torete: Advokat Lembaga Bantuan Hukum Tempuh Langkah Hukum

Morowali, Lentengtimur.id – Desa Bahomohoni, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah – Konflik agraria Desa Torete semakin menjadi sorotan masyarakat. Dalam perkembangan terbaru, Advokat dari Lembaga Bantuan Hukum Sulawesi Tengah Cabang Morowali, yang terdiri dari SUDIRMAN A.DG.MATARO, S.Sy, IRFAN MOH. ZAIN, SH, dan ABDUL AZIZ BILLAH DJANGRITU, SH, MH, mengambil langkah hukum dengan melayangkan somasi kepada PT. Raihan Catur Sakti.

  1. Ketidaksetujuan atas Pembebasan Lahan Di Desa Torete

    Dalam pelaksanaan kegiatan pertambangan oleh PT. Raihan Catur Sakti di lahan perkebunan warga Desa Torete, terungkap bahwa belum terjadi kesepakatan yang jelas terkait pembebasan lahan. Hal ini menimbulkan kerugian dan ketidakpastian hukum bagi pemilik lahan yang belum mendapat ganti rugi yang setimpal.

  2. Konflik Agraria di Desa Torete Memicu Konflik Sosial

    Masyarakat pada tanggal 24 Februari 2024 diundang untuk berdialog mengenai proses ganti rugi lahan. Namun, tanpa tercapainya kesepakatan, konflik sosial pun muncul dan berkembang menjadi konflik agraria, menciptakan ketidakharmonisan di tengah masyarakat.

  3. Pertentangan terhadap Nilai Ganti Rugi Lahan

    Meskipun PT. Raihan Catur Sakti telah menetapkan nilai ganti rugi lahan sebesar Rp. 40.000.000 per hektar, pemilik lahan di Desa Torete menyatakan ketidaksetujuan. Mereka merasa nilai tersebut tidak mencerminkan harga yang adil dan sesuai dengan kerugian yang dialami.

  4. Solusi Melalui Musyawarah dan Kepentingan Bersama

    Mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2021 Pasal 176 (1) dan semangat baik dari pihak perusahaan, advokat Lembaga Bantuan Hukum menawarkan solusi penyelesaian melalui musyawarah. Pihak perusahaan diminta untuk bersedia berdialog dengan warga pemilik lahan dan pemerintah desa guna mencapai kesepakatan dalam waktu paling lambat 3 hari setelah surat SOMASI diterima.

Kesimpulan:

Advokat Lembaga Bantuan Hukum Sulawesi Tengah Cabang Morowali menyampaikan SOMASI sebagai upaya penyelesaian konflik secara hukum dan damai. Mereka berharap agar PT. Raihan Catur Sakti dan pihak terkait dapat membuka ruang dialog untuk mencapai kesepakatan yang adil, menjaga perdamaian di masyarakat, dan melindungi hak-hak pemilik lahan. Dalam upaya menjunjung tinggi keadilan dan kepentingan bersama, penyelesaian konflik ini diharapkan dapat dicapai melalui musyawarah yang konstruktif.

Berita terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button