EdukasiPertanian

Kelengkeng, Catatan lengkap Petani Buah lengkeng

Kelengkeng atau lengkeng adalah buah yang berasal dari tanaman kelengkeng (Dimocarpus longan), yang termasuk dalam keluarga Sapindaceae. Buah ini dikenal dengan kulitnya yang tipis, daging buah yang manis dan berair, serta bijinya yang besar dan keras . Tanaman Terdiri dari berbagai jenis, ada kelengkeng merah, puangray dll. Dalam Artikel ini Akan diulas secara detail dari manfaat, budidaya, jenis bibit hingga harga kelengkeng 1 Kg.

Lengkeng biasanya dikonsumsi langsung sebagai daging buah segar atau diolah menjadi berbagai produk seperti jus, sirup, atau dikeringkan sebagai camilan. Tanaman Lengkeng banyak ditemui di wilayah tropis dan subtropis, dan buahnya sering menjadi favorit karena rasanya yang lezat.

Lengkeng termasuk kedalam Kelompok tanaman Apa?

Kelengkeng adalah buah yang berasal dari tanaman yang disebut dengan nama ilmiah Dimocarpus longan. Oleh karena itu, Lengkeng termasuk dalam kelompok tanaman Dimocarpus. Lengkeng adalah anggota keluarga Sapindaceae. Tanaman ini tumbuh sebagai pohon kecil atau sedang, dan buahnya biasanya dikenal dengan kulit tipisnya, daging buah yang manis dan berair, serta biji yang besar dan keras. Buah lengkeng secara umum memiliki penampilan yang mirip dengan buah mata kucing atau longan, dan keduanya termasuk dalam genus Dimocarpus.

 

Klasifikasi ilmiah

Kerajaan:
Plantae
(tanpa takson):
Angiospermae
(tanpa takson):
Eudikotil
(tanpa takson):
Rosidae
Ordo:
Sapindales
Famili:
Sapindaceae
Genus:
Dimocarpus
Spesies:
D. longan
Nama binomial
Dimocarpus longan

Darimana asal Tanaman kelengkeng?

Asal usul tanaman lengkeng (Dimocarpus longan) dapat ditelusuri hingga wilayah Asia Tenggara. Tanaman ini diyakini berasal dari daerah-daerah seperti India, Myanmar, Laos, Vietnam, dan Tiongkok selatan. Lengkeng telah dikembangkan dan dibudidayakan di berbagai negara tropis dan subtropis di seluruh dunia karena buahnya yang lezat dan populer.

Seiring waktu, Lengkeng telah menjadi tanaman buah yang tersebar luas, dan variasi lokalnya dikembangkan di berbagai wilayah. Budidaya kelengkeng telah menjadi penting di banyak negara Asia, Amerika Latin, dan wilayah-wilayah tropis lainnya dengan iklim yang mendukung pertumbuhan tanaman ini.

Apakah kelengkeng Tanaman Asli indonesia?

Kelengkeng bukan tanaman asli Indonesia. Tanaman Lengkeng berasal dari wilayah Asia Tenggara dan diperkirakan berasal dari daerah seperti India, Myanmar, Laos, Vietnam, dan Tiongkok selatan. Tanaman kelengkeng kemudian dibawa ke pulau Pulau Besar Di Indonesia pada abad ke-19 oleh pedagang China.

Meskipun kelengkeng bukan tanaman asli Indonesia, namun buah ini telah menjadi salah satu buah yang sangat populer dan sukses dalam pertumbuhannya di berbagai wilayah di Indonesia. Dengan iklim tropisnya yang mendukung pertumbuhan tanaman ini, Indonesia telah menjadi salah satu produsen kelengkeng terbesar di dunia. Kelengkeng yang dihasilkan di berbagai daerah Indonesia dikenal karena rasa manis dan kualitasnya yang baik.

Mengenal Bagian tanaman kelengkeng yang bermanfaat:

Tanaman kelengkeng memiliki beberapa bagian yang bermanfaat, termasuk:

  1. Buah Kelengkeng: Bagian yang paling umum dimanfaatkan dari tanaman lengkeng adalah buahnya. Buah kelengkeng memiliki daging buah yang manis, berair, dan lezat. Buah ini sering dikonsumsi segar sebagai camilan atau diolah menjadi berbagai produk, seperti jus, sirup, kue, atau selai.
  2. Daun: Meskipun buahnya yang paling populer, daun kelengkeng juga dapat memiliki kegunaan. Beberapa orang menggunakan daun kelengkeng untuk keperluan tradisional, seperti obat herbal. Namun, penggunaan daun kelengkeng ini secara luas tidak sepopuler buahnya.
  3. Kulit Batang dan Akar: Beberapa bagian dari kulit batang atau akar kelengkeng juga dapat digunakan dalam pengobatan tradisional. Namun, perlu dicatat bahwa penggunaan bagian ini dalam pengobatan umumnya kurang umum dan memerlukan pengetahuan khusus tentang tanaman dan dosis yang tepat untuk menghindari efek samping.
  4. Biji: Meskipun biji lengkeng umumnya tidak dikonsumsi karena teksturnya yang keras dan tidak dapat dimakan, tetapi dalam beberapa budaya, biji Lengkeng juga digunakan untuk membuat minyak esensial atau untuk keperluan tradisional tertentu.

Penting untuk diingat bahwa sebelum menggunakan bagian tanaman lengkeng untuk tujuan pengobatan atau konsumsi, sebaiknya memastikan bahwa informasi tersebut berasal dari sumber yang terpercaya, dan berkonsultasi dengan ahli herbal atau profesional kesehatan jika diperlukan.

Kandungan Utama Yang terdapat dalam Buah Kelengkeng

Buah kelengkeng mengandung berbagai nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan. Berikut adalah beberapa kandungan utama yang terdapat dalam buah kelengkeng:

  1. Gula dan Karbohidrat: Kelengkeng mengandung gula alami seperti glukosa dan fruktosa, serta karbohidrat sebagai sumber energi.
  2. Vitamin C: Buah kelengkeng mengandung vitamin C, yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh, pembentukan kolagen, dan sebagai antioksidan.
  3. Vitamin B-complex: Termasuk vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), B3 (niacin), B5 (asam pantotenat), B6 (piridoksin), dan B9 (asam folat). Vitamin B-complex berperan dalam metabolisme energi dan berbagai proses biologis lainnya.
  4. Mineral: Kelengkeng mengandung beberapa mineral penting seperti kalium, fosfor, magnesium, zat besi, zinc, dan mangan, yang mendukung fungsi normal tubuh.
  5. Serat: Buah kelengkeng juga menyediakan serat, yang penting untuk pencernaan sehat dan dapat membantu mengendalikan kadar gula darah.
  6. Antioksidan: Buah lengkeng mengandung antioksidan seperti polifenol, flavonoid, dan karotenoid, yang membantu melawan radikal bebas dalam tubuh.
  7. Air: Sebagian besar buah kelengkeng terdiri dari air, memberikan hidrasi dan membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Penting untuk diingat bahwa nilai nutrisi buah kelengkeng dapat bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti varietas, kondisi tumbuh, dan metode budidaya. Konsumsi buah kelengkeng secara moderat sebagai bagian dari pola makan seimbang dapat memberikan manfaat kesehatan.

Cara menanam pohon Kelengkeng

Menanam buah kelengkeng memerlukan perhatian khusus terhadap kondisi tanah, iklim, dan pemeliharaan. Berikut adalah panduan umum cara menanam buah kelengkeng yang baik:

Pemilihan Lokasi atau Area :

  • Pilih lokasi yang mendapatkan sinar matahari cukup, tetapi juga mendapatkan sedikit naungan sepanjang hari.
  • Pastikan tanah memiliki drainase yang baik untuk menghindari genangan air.
  • Tanah yang subur dan kaya humus sangat diinginkan.

Pemilihan Varietas:

Pilih varietas atau bibit Lengkeng yang sesuai dengan iklim dan kondisi tumbuh di daerah Anda. Beberapa varietas lengkeng  populer  Yang Di Klaim memiliki rasa  lebih manis dan lezat Serta memiliki kemampuan untuk berbuah lebih Cepat  Dikutip dari buku “Cara Budidaya dan Prospek Bisnis Kelengkeng merah“, beberapa jenis lengkeng yang cepat berbuah antara lain:

Diamond River:

  • Jenis lengkeng ini diyakini dapat menghasilkan buah dalam waktu singkat, yaitu pada usia 1 sampai 2 tahun setelah ditanam.
  • Buahnya memiliki ukuran sedang dengan daging tebal dan berair, serta memiliki rasa manis yang khas.

Kelengkeng Merah:

  • Kelengkeng merah memiliki warna merah yang indah, bukan hanya pada buahnya, tetapi juga pada daun, biji, dan batangnya.
  • Jenis kelengkeng merah ini dikatakan dapat tumbuh di berbagai dataran dan mulai berbuah pada usia 1 sampai 2 tahun, dengan rasa buah yang luar biasa manis.
  • kelengkeng merah atau ruby longan adalah kelengkeng jenis baru yang terjadi akibat dari mutasi gen, buka hanya warna buahnya  yang merah, daun kelengkeng hingga batangnya juga berwarna merah. Tak hanya unik ruby longan atau kelengkeng merah  juga memiliki rasa yang manis serta mampu bertahan di berbagai kondisi cuaca.

Puangray:

  • Kelengkeng Puangray, asal Thailand, dianggap mampu beradaptasi dengan baik di berbagai lingkungan.
  • Tanaman ini dapat mulai berbuah sejak usia 1 sampai 2 tahun setelah ditanam.

Pingpong:

  • Kelengkeng pingpong memiliki buah yang sangat besar seperti bola pingpong, dengan daging tebal, rasa manis, dan aroma harum.

Jenis lengkeng ini disebutkan dapat berbuah pada usia 1 sampai 2 tahun dan dapat berproduksi sepanjang tahun.

Informasi ini dapat berguna bagi mereka yang tertarik dalam budidaya kelengkeng. Pastikan untuk mengikuti panduan perawatan yang benar dan berkonsultasi dengan ahli pertanian setempat untuk hasil yang optimal.

Persiapan Tanah Yang Baik Untuk Media tanaman:

  • Bersihkan area tanah dari gulma dan bebatuan.
  • Gali lubang tanam dengan ukuran yang cukup besar untuk menampung akar tanaman lengkeng.
  • Campur tanah dengan pupuk organik untuk meningkatkan kesuburan.

Teknik Penanaman:

  • Tanam bibit kelengkeng pada kedalaman yang sama dengan pot atau akar pembibitan yang ada.
  • Jarak tanam antar-pohon sebaiknya cukup luas untuk memungkinkan pertumbuhan tanaman yang sehat.

Pemeliharaan:

  • Berikan irigasi secara teratur, terutama pada musim kering. Namun, pastikan tanah tidak tergenang air.
  • Pemupukan secara teratur dengan pupuk yang mengandung unsur hara utama seperti nitrogen, fosfor, dan kalium.
  • Lindungi tanaman dari hama dan penyakit dengan melakukan pemantauan rutin dan tindakan pencegahan yang sesuai.

Pemangkasan:

  • Pemangkasan dapat membantu meningkatkan sirkulasi udara dan mempromosikan pertumbuhan yang sehat.
  • Pemangkasan juga dapat membantu mengontrol ukuran pohon dan memudahkan panen.

Panen:

  • Buah Lengkeng umumnya siap panen setelah 3-5 tahun penanaman, tergantung pada varietas dan kondisi pertumbuhan.
  • Panen buah ketika kulit buah Kelengkeng telah berwarna kemerahan atau kuning dan daging buahnya sudah mengeras.

Perlindungan Musim Dingin (Jika Diperlukan):

  • Jika Anda berada di daerah dengan musim dingin, pertimbangkan untuk memberikan perlindungan tambahan seperti penutup tanah atau penutup kantong untuk melindungi pohon dari suhu rendah yang ekstrem.
  • Ingatlah bahwa setiap lokasi memiliki kondisi pertumbuhan yang unik, jadi selalu pertimbangkan faktor-faktor khusus di wilayah Anda saat menanam buah lengkeng. Jika memungkinkan, konsultasikan dengan ahli pertanian lokal atau dinas pertanian untuk saran yang lebih spesifik.

Hama Tanaman Kelengkeng

Tanaman lengkeng dapat rentan terhadap beberapa hama yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi buah. Berikut adalah beberapa hama yang umumnya dapat menjadi masalah pada tanaman kelengkeng:

Kutu Daun (Aphis spp.):

  • Kutu daun adalah serangga kecil yang dapat merusak tanaman dengan menghisap cairan dari daun kelengkeng. Mereka dapat menyebabkan kerusakan pada pertumbuhan dan menyebarkan virus.

Wereng (Nephottetix spp.):

  • Wereng dapat merusak tanaman kelengkeng dengan menyedot cairan dari daun. Kehadiran mereka dapat membuat daun menguning dan mengurangi produktivitas tanaman.

Ulat Buah (Conopomorpha cramerella):

  • Ulat buah dapat merusak buah lengkeng dengan memakan daging buah. Serangan yang parah dapat menyebabkan kerugian produksi yang signifikan.

Tungau (Tetranychus spp.):

  • Tungau adalah serangga kecil yang dapat menyebabkan kerusakan dengan menghisap cairan sel dari daun, menyebabkan daun menjadi kering dan berubah warna.

Kumbang Buah (Diospilus spp.):

  • Kumbang buah dapat memakan buah lengkeng, merusak daging buah dan mengurangi kualitasnya.

Penyakit Busuk Buah (Phytophthora spp.):

  • Penyakit busuk buah dapat menyebabkan pembusukan . Ini bisa disebabkan oleh kondisi lembab yang berlebihan.

Kumbang Daun kelengkeng(Leptocorisa spp.):

  • Kumbang daun dapat merusak tanaman lengkeng dengan memakan daun, merusak pertumbuhan tanaman.

Pengendalian Hama Tanaman Lengkeng

Untuk mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman Lengkeng, beberapa tindakan pencegahan dan pengelolaan dapat dilakukan:

  1. Pemantauan Rutin: Perhatikan tanda-tanda serangan hama atau penyakit secara rutin.
  2. Pengendalian Hayati: Penggunaan musuh alami atau predator alami hama, seperti serangga pemangsa atau parasitoid, dapat membantu mengendalikan populasi hama tanpa penggunaan insektisida kimia.
  3. Pemakaian Insektisida Secara Bijak: Jika diperlukan, penggunaan insektisida harus dilakukan dengan bijaksana dan sesuai dengan petunjuk produsen.
  4. Kebersihan Kebun: Menjaga kebersihan kebun, menghilangkan tanaman yang terinfeksi, dan membuang sisa-sisa tanaman yang terinfeksi dapat membantu mengurangi risiko penyebaran penyakit.

Penting untuk berkonsultasi dengan ahli pertanian atau dinas pertanian setempat untuk rekomendasi pengelolaan hama dan penyakit yang lebih spesifik untuk wilayah dan jenis tanaman lengkeng yang ditanam.

Jangka Waktu dan Masa Panen/Produksi

Waktu yang dibutuhkan dari penanaman hingga masa panen buah lengkeng dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor, termasuk varietas lengkeng, kondisi tumbuh, iklim, dan perawatan yang diberikan. Umumnya, proses ini memerlukan beberapa tahun. Berikut adalah perkiraan umum mengenai waktu yang dibutuhkan:

  1. Penanaman Hingga Produksi Pertama:
    • Biasanya, lengkeng baru mulai berproduksi setelah mencapai usia 3 hingga 5 tahun setelah penanaman. Pada masa ini, pohon kelengkeng telah tumbuh cukup besar dan cukup matang untuk menghasilkan buah.
  2. Produksi Optimal:
    • Produksi buah lengkeng mencapai puncaknya setelah pohon mencapai usia 6 hingga 10 tahun. Pada tahap ini, pohon lengkeng telah mengembangkan sistem akar dan struktur pohon yang memadai untuk menghasilkan buah secara konsisten.
  3. Usia Tanam dan Masa Panen:
    • Pada umumnya, lengkeng dapat dipanen satu atau dua kali dalam setahun. Masa panen utama biasanya terjadi pada musim panas hingga awal musim gugur. Kelengkeng biasanya dipanen saat buah mencapai kematangan optimal, yang dapat dilihat dari perubahan warna kulit dan tekstur daging buah.

Selama periode ini, pemeliharaan yang baik, termasuk irigasi yang memadai, pemupukan yang tepat, dan perlindungan dari hama atau penyakit, dapat memengaruhi produktivitas dan kesehatan pohon kelengkeng. Oleh karena itu, pemilik kebun lengkeng perlu memberikan perhatian khusus terhadap perawatan tanaman sepanjang tahun.

Penting untuk diingat bahwa estimasi waktu ini bersifat umum, dan beberapa varietas lengkeng mungkin dapat menghasilkan buah lebih cepat atau lebih lambat tergantung pada kondisi lokal dan perawatan yang diberikan.

Informasi dan Harga Buah Kelengkeng 1 Kg Di pasar

Cek pasar Pertanggal 1 januari 2024 Harga kelengkeng 1 Kg masih berkisar  di Rp 27.500 – Rp55.000, tapi ini Bukan Patokan umum, sebab ada beberapa sebab yang bisa mempempengaruhi perbedaan harga ditiap tiap wilayah

Berikut adalah tabel Harga Kelengkeng 1 kg, 10 kg dan 1 Keranjang berdasarkan informasi yang diberikan berbagai toko buah Online:

Jenis lengkeng Harga (Rp) Toko Pengiriman Gratis
Lengkeng Bangkok fresh 3 kg Gift Box 225,000.00 Shopee Ya
Buah kelengkeng 1 keranjang berat 11-12kg – grosir 470,000.00 Shopee Ya
Buah Segar Lengkeng Biru Thailands 10kg 360,000.00 Shopee Ya
Lengkeng Segar 1Kg 40,500.00 Lazada Indonesia Ya
Harga Kelengkeng 1 kg Bangkok super fresh 59,999.00 Shopee Ya
Lengkeng Merah SUPER FRESH 100,000.00 Shopee Ya
Harga Kelengkeng 1 kg Baru petik 44,999.00 Blibli Ya
Lengkeng Lokal / longan Ambarawa 1 kg 73,900.00 Shopee Ya
Buah Lengkeng Fresh 1 Krat 10 Kg – Hijau 360,000.00 Tokopedia Ya
Buah impor Lengkeng Bangkok 1 keranjang 480,000.00 Lazada Indonesia
Harga Kelengkeng 1 kg Jenis matalada super 80,000.00 Shopee Ya
Harga Kelengkeng 1 kg Thailand 49,000.00 Blibli Ya
Lengkeng Bangkok Besar Super Manis 750 gr 53,500.00 Shopee Ya
Bibit Kelengkeng Merah Rubi Unggul 18,810.00 Lazada Indonesia Ya
Bibit Lengkeng New Kristal 18,000.00 Lazada Indonesia Ya
Bibit Lengkeng Merah BERBUAH Super asli 120,000.00 Shopee Ya

 

Demikianlah Catatan Petani tentang Buah kelengkeng , harga kelengkeng 1kg dan cara menanam Kelengkeng,

 

Berita terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button